Menetapkan Idealisme Dalam Berbisnis

Posted By Admin 13 March 2020 13:26

Bisnis bagi saya adalah "perantara" dalam mencapai tujuan hidup, melalui bisnis saya dapat berkspresi menjadi diri sendiri, menguji skill kepemimpinan saya, menjalani proses pendewasaan diri, berbagi cerita bersama banyak orang dalam team, bertemu dengan berbagai macam latar belakang klien, dan tentunya menghadapi tantangan bisnis itu sendiri.

Sejak masih di bangku sekolah tingkat pertama, kemampuan saya mengubah "Nilai" sesuatu agar menjadi potensi dan layak di apresiasi orang sepertinya sudah biasa saya lakukan, saya selalu tertantang untuk dapat mengakutalisasi kemampuan diri sehingga menjadi keberanian dan kepercayaan diri untuk menawarkan sesuatu kepada orang lain, dan akhirnya mereka melihat saya membawa hal yang patut mereka bayar.

Masuk ke sekolah Kejuruan, yang memang tujuannya untuk memiliki skill, mengasahnya menjadi sesuatu yang bernilai membuat saya semakin bersemangat untuk berbisnis, mulai dari sekedar menjadi penjual buku ke teman-teman sekelas, service PC ke tetangga dan saudara, sampe akhirnya mampu menawarkan kemampuan dibidang pembuatan website bersama teman-teman ke klien luar.

Bagi saya, bisnis adalah THE REAL GAME, umumnya, orang yang suka bermain game akan terus merasa tertantang untuk menyelesaikan kesulitan di tiap level nya, bahkan mencari tau cara menemukan solusi agar bisa lulus pada setiap tantangan yang di hadapi, yang akhirnya menjadi Game Addict, saya termasuk orang yang ga suka main game, dan satu satu nya game yang saya mainkan hanya PES (Pro Evolution Soccer), itu pun hanya sesekali saja. di Usia 18 Tahun saya sudah sering belajar menawarkan sebuah solusi kepada orang lain, biasanya saya kemas dalam bentuk proposal, sampe akhirnya di tahun 2006, project pertama pembuatan website yang saat itu saya kerjakan bersama 5 orang teman dengan nilai 5 Juta, Project pertama dari Prodec STP Bandung. menjadi awal dari berdirinya FOUR VISION MEDIA.

Ya, Bisnis adalah game bagi saya, sesuatu yang saya tahu akan terus muncul tantangan, rintangan, dan masalah baru di depan, tidak akan pernah ada sesuatu yang mulus, sekali lagi PASTI akan ada problem yang harus saya pecahkan. itulah GAME nya, itulah yang menjadikan diri ini menjadi lebih dewasa, Bisnis akan mengajarkan kepada kita cara berpikir tenang, cara menahan emosi dan cara mengambil keputusan yang tepat. Ratusan klien saya hadapi dengan berbagai macam latar belakang dan keinginan, ego sebagai seorang pembeli saya selalu hadapi dengan ketenangan. ya... itulah bisnis, apapun kendala yag kita hadapi semua akan kembali kepada tujuan kita dari berbisnis.

Saya banyak memperhatikan teman seusia saya, bahkan lebih senior dari saya, banyak dari mereka merasa lelah dalam berbisnis, gonta ganti bentuk bisnis, dari pegawai jadi pebisnis dan kembali jadi pegawai pun banyak. saya hanya lihat faktor kegagalan mereka adalah mereka tidak menikmati ini sebagai sebuah GAME, terlalu melihat kiri kanan, melihat rumah orang lain, melihat kendaraan orang lain, yang akhirnya tidak fokus dengan bisnisnya sendiri. Hey.. keep Focus on your Business, jangan pedulikan pencapaian orang, fokus saja dengan target yang di buat diri sendiri.

Tulisan mengenai pengalaman bisnis akan memakan puluhan artikel sepertinya, namun sesuai judul, saya hanya ingin menyampaikan bahwa setiap orang, setiap pebinis memiliki IDEALISME berbisnis yang berbeda-beda, semua kembali kepada tujuan mereka masing-masing, so bagi saya, Bisnis adalah perantara untuk mencapai tujuan hidup saya, yaitu bahagia dunia dan akhirat, bisnis harus selalu melihat norma agama, jalan yang akan menyelamatkan kita tidak hanya di dunia ini.

Ketika saya berprinsip sampe detik ini untuk tidak berhutang, apalagi menggunakan HUTANG BANK yang jelas ada sisi riba nya, itu adalah bagian dari idealisme berbisnis saya. Saya ga peduli apa yang di capai oleh perusahaan lain, dengan hutang ratusan juta seakan-akan bisnis nya begitu maju namun didalamnya bertumupuk masalah hutang. bagi saya, bisnis harus dijalankan dengan keadaan hati tenang. sekali lagi hati tenang. bukan pikiran tenang, karena dengan berbisnis sepengalaman saya tidak pernah ada kata istilah pikiran tenang, pikiran akan selalu di tuntut untuk berpikir memecahkan masalah.

Semua itu kembali kepada setiap individu yang menjalankan bisnis, dan menurut saya siapapun memiliki kemampuan untuk berbisnis, yang membedakan adalah keberanian untuk selalu bertemu dengan masalah dan tantangan.

Bandung, Agustus.

Share On :
Menetapkan Idealisme Dalam Berbisnis

Bisnis bagi saya adalah "perantara" dalam mencapai tujuan hidup, melalui bisnis saya dapat berkspresi menjadi diri sendiri, menguji skill kepemimpinan saya, menjalani proses pendewasaan diri, berbagi cerita bersama banyak orang dalam team, bertemu dengan berbagai macam latar belakang klien, dan t Read Article